Pada suatu waktu, ketika Rama pergi ke sekolah untuk pertama kalinya duduk di bangku SMA. Dia merasa kalau hari itu hanya biasa-biasa saja, tapi ketika dia mulai beradaptasi dengan keadaan sekitar dia mulai merasakan bahwa ternyata dia merasakan hal yang berbeda. Dan ternyata yang dia rasakan itu adalah sebuah kesenangan dan kebahagiaan, karena dia mempunyai teman-teman yang baru dan enak untuk di ajak bicara.
Pada suatu ketika, dia sedang asyiknya ngobrol dengan teman-temannya mengenai masa-masa di bangku SMP dulu. Namun, pada saat mereka sedang asyik-asyiknya mengobrol lewat seorang gadis yang membuatnya jatuh hati. Dia berpikir kalau mungkin itu hanyalah perasaan sesaat, tapi ternyata dia keliru setiap saat dia selalu memikirkan gadis itu sampai tidurpun dia memimpikannya. Tapi dia berpikir lagi kalau itu pasti hanyalah perasaan simpati belaka. Pada suatu ketika dia bertemu dengan gadis itu dan memberanikan diri untuk mengajak berkenalan, akhirnya diapun tahu siapa namanya dan dimana rumahnya. Semenjak saat itu, mereka mulai akrab dan saling bertukaran pikiran alias curhat(curahan hati). Namun, beberapa saat setelah mereka mulai akrab dia memberanikan diri untuk mencoba mengejar cintanya yang tak lain ialah gadis tersebut sebutlah namanya Shinta. Tapi, pada saat dia ingin sekali menyatakan cintanya ternyata ada juga lelaki lain yang menyukainya dan yang tak lain dan tak bukan adalah temannya sendiri yang bernama Yudi. Sehingga Rama pun mengurungkan niatnya untuk menembak(kata zaman sekarang untuk menyatakan perasaan cinta terhadap seseorang) Shinta, karena dia tidak ingin menyakiti perasaan temannya sendiri.
Pada akhirnya, dia menyerah dan merelakan Shinta untuk temannya Yudi. Sejak saat itu, Rama mulai menjadi orang yang sangat pendiam sekali dan sering kali kena hukuman dari guru karena dia sering melamun di kelas pada saat guru sedang memberikan pelajaran. Dan pada malam harinya, dia memutuskan untuk melupakan gadis itu dengan mencari seorang gadis yang bisa mengantikannya, namun dia tetap tidak bisa untuk melupakannya. Setiap dia berusaha ingin melupakan Shinta, tapi yang dia rasakan malah batinnya semakin tersiksa karena dia begitu cintanya terhadap Shinta. Namun suatu ketika, Shinta dan Yudi sedang berjalan berduaan ternyata mereka sedang diganggu oleh banyak preman alias jeger(jelema gearing ceuk urang sunda mah). Pada saat itu, Rama sedang jalan-jalan untuk mengisi waktu luangnya daripada di rumah bengong dan terus mikirin Shinta dan tak sengaja melihat mereka berdua sedang diganggu preman. Rama pun tak tinggal diam dan langsung menolong mereka, dan pada akhirnya perkelahianpun tak terelakan lagi. Tapi, pada saat Rama berkelahi dengan para preman tiba-tiba salah seorang preman tersebut ingin menusuk Shinta dan dengan responpun Rama menghalangi preman tersebut dan ingin menolong Shinta, namun apa yang terjadi yang tertusuk itu bukanlah Shinta ataupun preman tersebut malah yang tertusuk itu tak lain adalah Rama sendiri. Para premanpun pergi karena saking takutnya dikejar para warga. Dan Rama pun tumbang dipelukkan Shinta dengan bersimbah darah, Shinta pun sedih dan mengeluarkan tetesan air mata. Pada saat perjalanan menuju Rumah Sakit terdekat, Rama mengucapkan beberapa patah kata yang tak di duga oleh Shinta, bahwa selama ini dia menyimpan sebuah rahasia kalau selama ini dia sangat mencintai Shinta dan sebenarnya dia menyimpan perasaan itu karena dia tidak ingin melukai perasaan temannya sendiri. Dan tak diduga Shinta pun memendam perasaan yang sama terhadap Rama, tapi karena Rama diam terus jadinya Shinta menerima Yudi untuk menjadi kekasihnya. Rama pun bahagia mendengarnya walaupun dia sangat menyesalinya, dan dia berkata kepada Shinta dan Yudi semoga mereka dapat bahagia selalu hingga akhir waktu dan pada saat itu pula Rama menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya.
THE END
DIarsipkan di bawah: cerita pendek